
Malang, 20 Januari 2024 – Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Azhar melaksanakan pembinaan awal pegawai ke-25 secara daring, mulai tanggal 18 Desember 2023 hingga 22 Desember 2023. Acara ini diikuti oleh lebih dari 120 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Kampus Al Azhar sendiri mengirimkan 17 pegawai baru yang teridir dari 4 TK/KB, 10 SD dan 3 SMP.
Pembinaan awal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para pegawai tentang berbagai aspek yang menjadi landasan utama pendidikan di lingkungan YPI Al Azhar. Adapun materi yang diangkat mencakup ke-Al-Azharaan, tantangan dan peluang pendidikan, budaya organisasi, pengembangan potensi diri, hingga pengelolaan keuangan sebagai ketahanan pribadi.
Salah satu materi utama yang disampaikan dalam pembinaan ini adalah ke-Al-Azharaan, yang membahas sejarah dan profil Al Azhar secara umum. Para peserta diajak untuk memahami akar budaya dan nilai-nilai yang menjadi dasar pendidikan di institusi ini.
Tantangan dan peluang pendidikan di Al Azhar juga menjadi fokus pembahasan. Materi ini mencakup pendalaman agama Islam, penguatan pendidikan adab, integrasi imtaq (ilmu tauhid) dan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), serta upaya pengembangan potensi diri peserta.
Budaya organisasi di YPI Al Azhar menjadi pokok pembahasan lainnya, di mana peserta diajak untuk memahami nilai-nilai, norma, dan etika yang harus diterapkan dalam konteks pendidikan Islam. Selain itu, pembinaan juga menyoroti aspek kepegawaian, komunikasi, pelayanan prima, dan pola pembinaan murid Al Azhar.
Puncak acara pembinaan ditandai dengan pelaksanaan ujian tulis pada tanggal 30 Desember 2023, yang menjadi ajang pengukuran pemahaman dan keterampilan peserta.
Serangkaian acara pembinaan ini ditutup pada 20 Januari 2024 dengan penampilan kreasi para peserta ujian PAP, baik secara digital maupun live performance. Pada puncak acara ini juga diumumkan hasil ujian dimana 4 dari 10 peserta terbaik PAP 25 berasal dari perwakilan kampus 56 Malang, yaitu Moch Khoirul Hasbi SMPIA 56 Malang, Nandya Anggraeni SDIA 56 Malang, Ulfa Rachmawati SDIA 56 Malang, dan Dela Astria Budiasti SDIA 56 Malang.
Ms Ulfa, salah satu peserta, memberikan komentarnya, “Dari pembinaan ini, sebagai seorang guru tidak hanya menyampaikan materi, namun juga perlu mengenali murid secara personal agar tujuan pendidikan sesungguhnya dapat tercapai, menjadikan murid tidak hanya cerdas namun berkarakter dan beradab.”
Sementara itu, Ms Dela menekankan pentingnya integrasi ilmu pengetahuan dan teknologi dengan imtaq. “Dalam segala bidang ilmu pengetahuan dan teknologi perlu adanya integrasi dengan imtaq, yang dikemas menarik dan se-kreatif mungkin. Karena sebagai guru, tujuan kita di sini adalah berdakwah.”
Pembinaan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pegawai Al Azhar namun juga mempersiapkan mereka sebagai pejuang visi misi Al Azhar. Diharapkan, para peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan dan nilai-nilai yang diperoleh dalam kesehariannya sebagai pengajar dan pembimbing di lembaga pendidikan ini.
