

Narasumber: Mr. Ramlih, S.Ag., M.Pd.
Reporter: Ms Aliyah Arika Fatin, S.Psi.
Malang, Jumat 29 Agustus 2025/ 5 Rabiul Awal 1447 H.
SD Islam Al Azhar 56 Malang mengawali langkah baru dalam pengembangan profesional guru dengan meluncurkan program Teacher Support Teacher (TST). Program ini resmi dibuka oleh Kepala Sekolah SD Islam Al Azhar 56, Mr. Ramlih, S.Ag., M.Pd.
TST memiliki konsep sederhana namun bermakna. Sebuah sesi dialog berbagi singkat antar guru, oleh guru untuk guru lainnya yang dilaksanakan sebelum rapat mingguan. Program ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi, memantik inspirasi, serta mendorong pertumbuhan profesional berkelanjutan bagi seluruh pendidik. Setiap guru pembicara diberi keleluasaan untuk memilih tema, baik seputar dinamika kelas, strategi pembelajaran, maupun gagasan pengembangan pendidikan.
Kunci dari Sebuah Penyampaian: Yakin
Pada pembukaan program ini, Mr Ramlih menekankan bahwa kunci utama dalam menyampaikan materi baik dalam mengajar, berkhutbah, maupun berbagi wawasan adalah yakin.
“Apakah orang tersebut yakin dengan apa yang ia sampaikan? Jika tidak, maka sulit untuk memberikan pemahaman kepada orang lain,” tegas beliau.
Lebih lanjut beliau menambahkan, bahwa mengajar bukan semata soal metode, tetapi juga keyakinan terhadap kebenaran isi yang dibawakan.
Mengingat Hakikat Kehidupan
Dalam penyampaian, beliau mengingatkan kembali tujuan penciptaan manusia dan alam semesta. Segala sesuatu yang ada di dunia hanyalah milik Allah SWT. Namun, seringkali manusia tertutup oleh indahnya dunia sehingga lalai dalam mengingat Sang Pencipta.
Hal ini disampaikan pula pada firman Allah SWT dalam surah Al-Mulk ayat 2:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
“(Allah) yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
Ayat tersebut mengajarkan bahwa hidup dan mati adalah ujian. Karenanya, dalam mendidik, seorang guru perlu bertawakal sepenuhnya, menyadari bahwa segala hasil pada akhirnya kembali kepada Allah SWT.
Menyeimbangkan Pikiran dengan Dzikir
Selain menekankan pentingnya keyakinan, beliau juga mengingatkan tentang keseimbangan antara akal dan hati. Akal manusia melahirkan kreasi, tetapi kehidupan di dunia juga membutuhkan intuisi. Intuisi lahir dari dzikir, yakni mengingat Allah dengan sungguh-sungguh.
“Jika dzikir kita kuat, intuisi akan lahir. Intuisi inilah yang menuntun kita pada kebahagiaan,” ungkap beliau.
Dengan demikian, keseimbangan antara berpikir dan berdzikir menjadi kunci agar seorang pendidik tidak kehilangan arah dalam mendidik generasi.
Ringkas, Padat, dan Bermakna
Di akhir sesi, Mr Ramlih mengingatkan bahwa berbagi wawasan tidak perlu panjang. Satu ayat atau satu hadits yang disampaikan dengan penuh “keyakinan dan pemahaman mendalam” sudah cukup untuk menyentuh hati pendengar.
Melalui program TST, SD Islam Al Azhar 56 Malang berharap tercipta suasana saling mendukung antar guru, sehingga setiap tenaga pendidik tidak hanya berkembang secara profesional, tetapi juga semakin kokoh secara spiritual.
#PMB #PenerimaanMuridBaru #SDSwastaMalang #SekolahIslamMalang
