Dalam dunia pendidikan, kita sering kali mengkategorikan murid berdasarkan kepribadian dan tingkah laku mereka di dalam kelas. Namun, seringkali kita lupa bahwa di antara “murid pendiam” juga terdapat potensi dan prestasi yang menakjubkan. Inilah yang dapat ditemukan dalam kisah Cahaya Rizaldi, yang akrab disapa Aldi.

Aldi adalah seorang murid di SD Islam Al Azhar 56, Malang. Meskipun dikenal sebagai murid yang pendiam dalam lingkungan kelas, Aldi adalah bintang terang di lapangan tenis.Beberapa diantaranya adalah:

  • Juara 1 Single Tennis Kelompok Umur 10 tahun Putra di Kejuaraan Provinsi JATIM, Ponorogo, Juli 2023
  • Juara 1 Single Tennis Kelompok Umur 10 tahun Putra di Kejuaraan Wilayah 4 JATIM, Batu, Juli 2023
  • Juara 1 Double Tennis Kelompok Umur 10 tahun Putra di Kejurnas TDP Disway, Surabaya, Juni 2023
  • Juara 1 Kejuaraan Tennis Senior/Junior (TDP) Nasional Piala Pangdam V Brawijaya 2023
  • Juara 3 Single Tennis Kelompok Umur 10 tahun Putra di Kejurnas TDP Disway, Surabaya, Juni 2023

Perkenalan Aldi dengan dunia tenis sebenarnya bukanlah cerita yang baru dimulai. Tenis telah menjadi bagian dari tradisi keluarganya selama beberapa waktu. Namun,  kegemarannya pada tenis dimulai pada awal tahun 2022 ketika Aldi menonton sebuah sinetron anak-anak yang terkenal, berjudul “Kuraih Bintang,” yang disiarkan di MNCTV. Seperti banyak penonton lainnya, Aldi tak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap karakter Ucup dalam sinetron tersebut. Kagum dengan cara Ucup bermain tenis, Aldi mulai terlibat dalam olahraga ini. Ketika ia mulai memukul dan mengejar bola tenis, bakat alaminya dalam bermain tenis semakin terlihat jelas

Dengan dukungan keluarga, tanpa ragu Aldi segera melangkah lebih jauh dengan bergabung dalam klub tenis ATC Malang, yang memiliki basis di Stadion Gajayana. Keputusannya untuk terlibat dalam klub ini membawa perubahan signifikan dalam perjalanannya. Hanya dalam waktu singkat, tepatnya hanya dua bulan setelah menjadi anggota, Aldi berhasil menaikkan level permainannya dari pemula ke level menengah. Pada akhir tahun 2022, Aldi siap untuk menghadapi tantangan yang lebih besar. Ia mulai aktif terlibat dalam berbagai kompetisi tenis, mengikuti turnamen tingkat regional, provinsi, dan bahkan nasional.

Sebagai seorang penggemar berat Rafael Nadal dan Carlos Alcaraz, Aldi meniru kehebatan idolanya dalam memukul bola topspin dan semangat yang tak pernah padam dalam pertandingan. Dedikasi luar biasa Aldi terhadap tenis terlihat dalam rutinitas latihannya yang terstruktur dan konsisten, yang dilakukan setiap hari setelah pulang sekolah hingga waktu Maghrib.

Latihan yang ia lakukan tidak hanya mencakup aspek fisik semata, tetapi juga merambah ke strategi permainan dan pengembangan teknik pukulannya. Bahkan di akhir pekan, pada Sabtu dan Ahad, Aldi masih meluangkan waktunya untuk terus memperbaiki teknik permainannya. Selama dua jam setengah dari pukul 10.00 pagi hingga 13.00 siang, ia bersungguh-sungguh memahami dan mempertajam setiap detail teknis dalam permainan tenisnya. Hal ini menunjukkan komitmen dan kerja kerasnya yang tak tergoyahkan dalam mengejar impian tenisnya.

Saat ini, Aldi duduk di kelas 5 dan memberikan pesan hangat serta motivasi kepada rekan-rekan sekelasnya di Al Azhar 56 dan kepada semua anak-anak Indonesia.” cintai olahraga agar tubuh kita sehat, semangat berlatih dan pantang menyerah dalam latihan dan di pertandingan..”

Prestasi yang telah Aldi capai menjadi bukti nyata bahwa dalam keheningan, kita dapat menemukan kilauan yang luar biasa melalui pencapaian yang gemilang. Aldi adalah bukti bahwa kita semua memiliki potensi untuk bersinar dalam bidang yang mereka minati. Dengan tekad yang kuat, dukungan, cinta, dan semangat yang tak kenal lelah, seseorang mampu meraih prestasi luar biasa. Semoga kisah perjalanan hidup Aldi memberikan inspirasi kepada banyak generasi muda untuk mengejar impian mereka.

Postingan Terkait